Langsung ke konten utama

Hujan semogaku yang entah sedang berada di puncak mana?


 Karna aku tak miliki kehidupan yang berarti setidaknya ku miliki sebuah alasan tuk ingin selalu hidup namun nyatanya ku tak miliki hal itu, kenapa? Apakah benciku, marahku, lukaku, sendiriku ... Membuatku tak percaya siapapun. Ada apa dan kenapa ku jadi begini? Hingga berpura-purapun tak sanggup. Sungguh aku sebenarnya mencintai kehidupan ini namun kenapa hatiku selemah itu. Jikapun Tuhan pertemukan aku dengan orang-orang yang pernah membuatku terluka lalu kenapa hal itu tidak menjadikanku semakin kuat, kenapa aku tidak kuat?
Aku ingin hidup dalam penuh cinta namun kenapa yang aku rasa begini. Jutaan senjata motivasi tak sanggupiku tuk mengubah apapun, ku tak tahu lagi harus bagaimana tuk bisa mencintai diriku sendiri, dan ku tak pernah tau apa itu gairah hidup.
Dimanakah tujuan hidup itu jika miliki sikap selemah ini. Arahku entah harus kemana menuju keberlimpahan itu. Dan ku tak pernah berpikir tuk ikuti sebuah arus karna jika ku tak nyaman untuk apa ku bertahan.
Hujan semogaku yang entah sedang berada di puncak mana mungkin kau lenyap tak berbekas hingga ku dapati sebuah kesia-siaan dalam menanti karna semogaku belum tepat.

Komentar