Langsung ke konten utama

Tinggalkan Jejak

Jejakku hanya tampak sebagai pajangan, sampai saat ini belum tahu apa gunanya dari jejakku, kelak jika itu memang berguna dan terlupakan, ku ingin berkata "Tak ku sangka ku pernah melakukan hal itu, dan tak pernah menyesali apa yang sudah kulakukan"



Jejakku masih tampak sebagai pajangan
Jejakku masih berupa lelah bercampur kepedihan dan air mata
Jejakku dalam diam selalu ku buang jauh-jauh
Karna ku ingin melupakannya
Namun hal itu tiada guna
Karna jejakku menghantuiku dalam ingatan
Kenapa?
Karna jejakku tampak berisi waktu yang sia-sia dalam menerima basa-basi
Yach itu hanya sekedar prasangka saja
Kuberharap jejakku dalam keburukkan tidak lebih besar dalam kebaikkan
Kau tahu, aku ingin ikhlas saja
Dalam menandai jejakku yang secara sengaja ataupun tak sengaja

Ada hal dimana jejakku pernah terlupakan olehku
Namun tak pernah terlupakan oleh mereka
Yaitu sang penerima ketulusanku
Terimakasih Tuhan
Akhirnya ada seseorang yang bisa mencium aroma ketulusanku
Namun sayang aku sama sekali sudah lupa, aku benar-benar lupa
Walaupun demikian, aku benar-benar bahagia
Karna kelak orang itu akan menjadi sahabat seumur hidupku
Kenapa?
Karna do'a orang itu selalu menyertaiku
Hingga akhirnya aku mengerti bahwa jejakku terdahulu tidak sia-sia

Jejakku
Entah kau sebuah kebaikkan atau keburukkan dalam menandai setiap langkahku
Aku ingin jejakku berguna yach berguna
Karna niat dalam hati sengaja kulibatkan Sang Pencipta
Agar setiap jejakku adalah sebuah manfaat


Jejakku
Walau itu tampak sebuah sia-sia dan kebodohanku saja dimata orang
Namun aku ingin percaya
Bahwa jejakku bukanlah hal yang sia-sia

Kini jejakku tertinggal dalam pajangan ataupun bayangan
Mungkin kini, esok atau entah jaman sudah berubah
Aku hanya bisa bertanya
Apakah jejakku akan berguna sekalipun aku sudah tak bernyawa?

Komentar