Langsung ke konten utama

Aku hanya perlu menjalankan/menikmati sisa-sisa hidup di saat ini bukan kemarin ataupun nanti ...



Dan lagi aku sepertinya merasakan hal yang sama seperti dulu ... duluuuu sekali, dimana hal itu ku sembunyikan. Apakah Tuhan menghukumku kembali? Apakah dosaku sudah melebihi batas? Apakah ini hadiah terbaik dari Tuhan? Apakah ini petanda bahwa aku belum berhak memiliki apa yang ingin aku miliki dalam waktu dekat? Apakah Tuhan memberi, mengambil lalu memberi lagi ... ? Apakah aku tak berhak hidup lebih lama lagi? Apakah aku harus merasakan hal ini, agar ku tersadar bahwa waktu begitu berharga? ... Sedemikian kah prasangkaku yang membuat aku tampak tak miliki harapan lagi, tak bisakah ku sibuk tuk memikirkan berkat apa yang sedang menimpaku dari pagiku hingga pagiku, bukankah hal itu lebih membuatku bahagia walau nyatanya kerumitan itu tetap ada. Jadi biarlah yang tertuju padaku tetap ku terima, karna nyatanya hal itu adalah hadiah dari Tuhan entah itu yang membuatku bahagia, sedih, kecewa, sakit, pedih, tak di sangka, tak terduga ... Dan perlu ku tau jika semua berakhir penuh hikmah dan kebaikkan yang membuat ku tersadar akan begitu maha rohman rohimnya Dia Sang Maha Pencipta, sungguh Dia masih penuh perhatian untukku yach untukku.

Rasa ini, rasa yang tak ku ingin
Rasa ini, rasa yang mungkin sekedar prasangka
Rasa ini, yang mungkin datang, pergi, datang lagi semaunya
Rasa ini, yang mungkin membuatku takut akan dosa
Rasa ini, yang ku tunggu tuk lenyap dalam waktu dekat
Rasa ini, lebih menakutkan dari biasa yang ku takutkan
Rasa ini, semua terfokus pada rasa ini
Rasa ini, ketika ku bernafas panjang ada ketidakseimbangan dalam organku
Rasa ini, aku yang mengundangnya tapi aku tak mungkin menyadarinya bahkan mengakuinya
Rasa ini, perlu aku syukuri
Rasa ini ...

Hingga saat ku hanya perlu bernafas seperti biasa, bergerak seperti biasa, makan/minum seperti biasa, beribadah seperti biasa, menulis seperti biasa, bersyukur seperti biasa, bekerja seperti biasa, tidur di malam hari seperti biasa, bangun tidur seperti biasa, jalan-jalan seperti biasa, berolahraga seperti biasa, mengasihi sesama manusia/hewan seperti biasa ...

Aku hanya perlu hidup seperti biasa, tak berlebihan dalam ke sia-siaan, aku hanya perlu lebih banyak bersyukur dari pada fokus pada ilusi/pada hal yang belum aku miliki, aku hanya perlu memperbaiki apa yang perlu di perbaiki, aku hanya perlu melakukan/menikmati proses ketimbang hasil, aku hanya perlu menjalankan/menikmati sisa-sisa hidup di saat ini bukan kemarin ataupun nanti ...

Komentar