Langsung ke konten utama

Memaafkanmu butuh waktu yang panjang






Ada secuil ragu ketika ku mencoba memaafkannya

Sudah yakinkah jika aku sudah memaafkannya? Jika memang ia kenapa hatiku masih terganjal?
Sungguh aku hanya sanggup memaafkanmu hanya sekedar ucapan saja. Hingga saat perasaan tak nyaman selalu berhembus ketika ku lihat wajahmu apalagi mendengar suaramu terlebih jika kau selalu hadir dalam mimpiku, sungguh kau lebih seram daripada hantu.
Ada saat ku ingin lupakanmu saja namun hal itu hanya berlaku untuk orang-orang yang terkena amnesia saja, masa ia aku harus membenturkan kepala ini dulu hanya karna ingin hilang ingatan agar bisa melupakanmu.
Oh Tuhan, ku mengira dengan memaafkannya aku bisa bebas atas segala perasaan benciku padanya. Kini ku sadari jika maafku hanya setengah hati. Mungkin ia aku masih tetap berusaha untuk mencoba memaafkannya dengan setulus-tulusnya namun entah kenapa di lain waktu lagi-lagi hatiku masih belum bisa memaafkannya, jangan-jangan sistem maafku untuknya mengandung tenggat waktu dimana sebentar-sebentar aku memaafkannya namun beberapa waktu kemudian kumat lagi jadi benci lagi. Mirip isi pulsa ada tenggat waktunya.
Lalu aku harus bagaimana agar aku bisa memaafkannya sekaligus melupakannya? Secara perasaanku begitu tersiksa jika bayangannya muncul lagi tanpa aku reques. Apa jangan-jangan aku sudah gila! Semoga tidak.
Kau tahu, kaulah satu-satunya yang membuat hatiku terluka yang amat sangat hingga saatnya ku mencoba memaafkanmu saja butuh waktu yang panjang dan kau mungkin tak pernah merasa jika kesalahanmu berada di level paling tinggi selama aku hidup di dunia ini.

Komentar